Monday, December 7, 2015

Indomie dan Mie Sedap


Artikel Versi Mascerdas


Mi instan ini merupakan salah satu makanan yang mudah didapatkan dan terjangkau,biasanya mi disukai oleh segala kalangan dan golongan umur,karena hal ini lah saya tertarik untuk membahas bagaimana persaingan mie instan yang ada di Indonesia, khususnya dua merek yang sudah dikenal masyarakat umum dan dengan iklan gencar di media yaitu Indomie dan Mie Sedap. Kita melihat bagaimana perkembangan sejarah mi instan dengan merek Indomie dan Mie Sedaap dan bagaimana awal dari persaingan kedua merek besar ini. Dari kedua merek mi instan ini ada beberapa hal yang dapat dibandingkan secara jelas bagaimana kedudukannya pada pihak konsumen,sebagai contoh bahwa indomie lebih dikenal masyarakat pada umumnya karena memang merek tersebut telah melegenda dan kita dapat mengetahui apa saja kelemahan Indomie dan mi sedap ini dalam mempertahankan eksistensi di masyarakat dan menjadi pilihan utama konsumen, dan ada beberapa cirri-ciri yang meonjolkan perbedaan dari kedua merek mi instan ini yang dapat kita lihat di media. 

Indomie
Ciri Produk:
  Dapat dibilang menjadi merk mi instan nomer 1 di indonesia
  Sudah diedarkan sejak lama sehingga sudah dikenal dengan baik oleh konsumen
  Merupakan varian produk Indofood
  Mempunyai banyak varian yang menyesuaikan Indonesia yang dimana terdiri dari banyak pulau, sehingga varian rasa ini disesuaikan dengan makanan khas dari setiap daerah.

Yang pertama, mari kita bahas dari sudut Indomie, sang penguasa merek mie instan di Indonesia selama puluhan tahun. Boleh dikatakan, iklim bisnis kondusif selama puluhan tahun itu “meninabobokan” kreativitas Indofood, perusahaan yang memproduksi Indomie.

Sebagai market leader, Indofood lengah dan berfikir siklus hidup produk (lifecycle product) tidak mungkin mencapai titik jenuh. Konsep siklus hidup produk yang diciptakan oleh Levitt pada tahun 1978 ini mengacu pada pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk.
Sejak diluncurkan pada tahun 1970 hingga tahun 2000-an, Indomie memang berjaya. Bukan berarti tak ada pesaing, namun belum ada merek mie isntan lain yang bisa menggeser posisi Indomie sebagai merek mie instan nomor satu di Indonesia.

30 tahun bukan waktu yang singkat untuk membuktikan siklus hidup produk Indomie masih kuat, terbukti masyarakat masih menyukai Indomie ketimbang merek mie lain. Tapi, hal itu sebaiknya tak membuat perusahaan lengah untuk berinovasi.

Strategi Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) telah melalui tahap perkenalan, tahap perkembangan dan tahap kedewasaan. Di tahap kedewasaan ini (sudah mapan) , Indofood kurang menjalankan strategi peningkatan keistimewaan baru (feature improvement) sehingga brand image mulai biasa.
Strategi pertahanan pasar dengan intesnisf pun tidak diperbaiki, karena merasa sudah menguasai 90% market share di Indonesia. Saat itu, Indomie lebih mengutamakan distribusi produk. Akibatnya, ketika ada merek lain yang muncul dan punya keragaman baru di tengah pasar Indomie yang kurang variatif, goyahlah posisi Indomie sebagaimarket leader. 

indomie adalah merek produk mi instan dari Indonesia. Di Indonesia, Indomie diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Produk dari perusahaan milik Sudono Salim ini mulai dibuat pertama kali pada tanggal 9 September 1970 dan dipasarkan ke konsumen sejak tahun 1972, dahulu diproduksi oleh PT. Sanmaru Food Manufacturing Co. Ltd., dan pertama kali hadir dengan rasa Ayam dan Udang. Selain dipasarkan di Indonesia, Indomie juga dipasarkan secara cukup luas di manca negara, antara lain di Amerika Serikat, Australia, berbagai negara Asia dan Afrika serta negara-negara Eropa; hal ini menjadikan Indomie sebagai salah satu produk Indonesia yang mampu menembus pasar internasional. Di Indonesia sendiri, sebutan "Indomie" sudah umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi instan.[butuh rujukan]

Harga Indomie yang ekonomis dan cita rasanya yang telah disesuaikan dengan selera Indonesia membuat produk mi instan ini sangat digemari oleh masyarakat. Bahkan, tidak jarang warga Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri membawa Indomie untuk mengatasi masalah ketersediaan makanan yang praktis dan sesuai dengan selera Indonesia. Kepraktisan dalam penyajiannya dan mudahnya pendistribusian membuat Indomie menjadi andalan warga Indonesia saat terjadi tragedi bencana alam untuk mengatasi masalah keterbatasan dan kelangkaan bahan pangan di lokasi dengan segera.

Indomie diklaim sebagai makanan yang sehat dan bergizi oleh produsennya. Produk mi instan ini disebut memiliki berbagai kandungan gizi seperti energi, protein, niasin, asam folat, mineral zat besi, natrium, dan berbagai vitamin seperti vitamin A, B1, B6, dan B12. Meskipun begitu, konsumsi Indomie yang terlalu sering tidak dianjurkan, sebab Indomie mengandung pewarna tartrazine yang tidak baik bagi kesehatan apabila dikonsumsi dalam jangka panjang.

Sejarah
Indomie pertama kali dibuat oleh PT. Sanmaru Food Manufacturing Co. Ltd. pada tahun 1972 dengan rasa sari ayam (sekarang rasa kaldu ayam) dan rasa sari udang (sekarang rasa kaldu udang). Pada tahun 1982 Indomie varian rasa kari ayam dan mi goreng diluncurkan. Pada tahun 1984 perusahaan tersebut dibeli oleh PT. Sarimi Asli Jaya, yang memproduksi Sarimi. Pada tahun 1987, Pop Mie, mi instan dalam bentuk cup dari Indomie, diluncurkan untuk pertama kalinya dengan rasa ayam dan rasa baso. Pada tahun 1990 PT. Panganjaya Intikusuma didirikan, yang kemudian menjadi PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. pada tahun 1994, mengambil alih kedua perusahaan tersebut (PT. Sarimi Asli Jaya dan PT. Sanmaru). Pada tahun 2005 saat pergantian kemasan, Indomie berhasil memecahkan rekor Guinness World Records sebagai bungkus mi instan terbesar di dunia. Pada tahun 2006 Indomie Goreng Kriuuk diluncurkan, dengan tiga pilihan kriuuk, yaitu kriuuk ayam, bawang dan pedas. Pada tahun 2009 gambar foto ilustrasi saran penyajian Indomie direvisi di Indomie Goreng Spesial, Rasa Ayam Bawang, Rasa Ayam Spesial, Rasa Kaldu Ayam dan Rasa Soto Mie. Pada tanggal 3 Januari 2010 Indofood CBP memperkenalkan Indomie kemasan baru untuk semua varian rasa goreng, kuah, Selera Nusantara dan JUMBO dengan tagline seleraku dalam pesona baru. Pada bulan Agustus 2010 Indomie Keriting hadir dengan tiga rasa baru yaitu Goreng Rasa Ayam Cabe Rawit, Goreng Rasa Kornet dan Rasa Laksa Spesial serta pergantian kemasan untuk varian Goreng Spesial dan Rasa Ayam Panggang. Pada akhir 2011 Indomie Goreng Rendang diluncurkan, dengan daging sapi asli dipadu dengan bumbu rendang asli, dengan tagline ini baru rendang. Pada bulan Agustus 2012 Indomie menyelenggarakan program ulang tahun yang ke-40 tahun, yang perayaannya diselenggarakan di Mal Taman Anggrek, Jakarta. Pada bulan Desember 2012 diluncurkan varian baru Indomie Goreng Cabe Ijo, dengan serpihan cabe hijau asli dan minyak bumbu cabe hijau yang diberi pewarna hijau klorofil agar mi berwarna hijau. Slogan iklan Indomie Goreng Cabe Ijo yaitu ijo, mantap, hot yang kemudian pada bulan April 2013 dengan slogan "Asli Cabe Ijo". Pada bulan November 2013 diluncurkan varian baru Indomie Taste of Asia, yaitu rasa Tom Yum, Bulgogi dan Laksa. Pada bulan Januari 2014 diluncurkan varian baru Indomie Goreng Iga Penyet, dengan bumbu iga penyet dengan slogan "Dahsyat Iga Penyetnya!" yang kemudian pada bulan Maret 2014 dengan slogan "Dahsyat Rasanya!". Pada bulan September 2014 diluncurkan varian baru Indomie Kuliner Indonesia, yaitu Mi Goreng Rasa Dendeng Balado dan Rasa Soto Lamongan.

Promosi dan pemasaran
Indomie untuk saat ini merupakan market leader dalam medan persaingan berbagai produk mi instan di Indonesia. Posisinya yang kuat disebabkan oleh faktor Indomie sebagai produk mi instan yang pertama kali hadir di Indonesia serta strategi promosi dan pemasaran yang gencar. Metode promosi yang digunakan adalah terutama melalui iklan di media elektronik dan cetak, mensponsori berbagai acara, serta instalasi iklan billboard secara luas. Indomie sangat dikenal dengan taglinenya, "Indomie Seleraku". Pada tahun 2008 Indomie melakukan inovasi dalam promosinya dengan mengadakan event Indomie Jingle Dare, sebuah ajang kompetisi bagi pelajar tingkatan SMA untuk membuat jingle bagi iklan Indomie.

Dalam pemasarannya, grup distribusi Indofood memiliki jaringan distribusi mi instan yang terluas di Indonesia, yang mana menembus sampai hampir ke setiap sudut kepualuan. Jumlah titik stok (gudang) semakin diperbanyak secara agresif sejak tahun 2005, sehingga mampu menyediakan penetrasi pasar yang lebih luas melalui rantai suplai dan penghantaran. Gudang stok ditempatkan pada area-area yang memiliki outlet retail yang banyak, termasuk pasar tradisional, sehingga setiap gudang dapat melayani masing-masing area geografis dalam waktu yang sesingkat mungkin. Indomie dapat dibeli secara satuan per bungkus, dapat juga dibeli dengan paket per 5 bungkus dan paket 1 kardus yang berisi 30 atau 40 bungkus indomie. Harga Indomie relatif ekonomis, di Indonesia pada tahun 2012, Indomie dihargai Rp. 1.450,- per bungkusnya atau sekitar 10 sen dolar Amerika. Di Australia, tahun 2009 Indomie dijual dengan harga 25 sen per bungkusnya atau AUD 10 untuk satu kardus berisi 40 bungkus Indomie, sedangkan di Amerika Serikat pada tahun 2009, Indomie biasa dijual dengan harga 1 dolar per 3 bungkusnya, dan dapat ditemukan di berbagai supermarket Asia seperti Lion Supermarket, Marina Food, atau 99 Ranch Market.

Satu bungkus Indomie Mi Goreng Spesial Plus memiliki berat bersih 85 gram, dan terdapat 2 sachet berisi 5 bumbu-bumbuan yang disertakan, yaitu bumbu, minyak bumbu, kecap manis, saus cabe dan bawang goreng.
Indomie Mi Goreng juga tersedia dalam versi JUMBO yang tersedia dalam dua pilihan rasa, yaitu Mi Goreng Spesial dengan berat bersih 129 gram dan Mi Goreng Rasa Ayam Panggang dengan berat bersih 127 gram.

Popularitas
Tahun 2005, Indomie memecahkan rekor dunia dalam Guinness Book of World Records untuk kategori "Paket Terbesar Mi Instan" dengan menciptakan paket dengan ukuran 3,4m x 2,355m x 0,47m, dengan berat bersih 664,938 kilogram, dimana berat ini adalah 8.000 kali berat standar sebuah paket mi instan. Paket tersebut dibuat dengan bahan yang sama seperti sebuah bungkus mi instan dan disertifikasi layak untuk konsumsi manusia. [1]
Pada tanggal 13 Desember 2009, Indomie disebut oleh Roger Ebert, kritikus film populer dari Amerika Serikat untuk majalah Chicago Sun-Times, sebagai salah satu kado Natal pilihan di urutan #1. [2]
Indomie memperkenalkan kemasan barunya pada tanggal 3 Januari 2010, dengan perubahan besar untuk varian Mi Goreng, kuah, JUMBO dan Selera Nusantara.
Indomie adalah makanan yang sangat populer di Nigeria. Di Nigeria, Indomie diproduksi oleh De-United Foods Industries Ltd, anak perusahaan Dufil Group, hasil joint venture Tolaram Group dari Singapura dengan Grup Salim dari Indonesia. Saat ini ada 2 pabrik yang memproduksi Indomie di Nigeria, yang pertama adalah pabrik De United Foods Industries limited yang didirikan 1995 di Ota Ogun State, merupakan pabrik pertama yang memproduksi Indomie di Nigeria dan merupakan produsen mi instan terbesar di Afrika Barat. Pabrik kedua adalah Dufil Prima Foods Plc yang dioperasikan sejak 2001, terletak di Choba, Port Harcourt, Rivers State.
Indomie menyelenggarakan ulang tahunnya yang ke-40 pada bulan Agustus 2012 di Mal Taman Anggrek, Jakarta, dengan peluncuran kemasan Indomie edisi khusus ulang tahun ke-40 pada bulan Juli 2012.
Pada tanggal 8 Desember 2012, Indomie meluncurkan rasa baru, Indomie Goreng Cabe Ijo, dengan tagline Ijo, mantap, hot.
Pada bulan November 2013, Indomie meluncurkan varian baru, Taste of Asia dengan varian rasa Tom Yum, Bulgogi dan Laksa.
Pada bulan Januari 2014, Indomie meluncurkan rasa baru, Indomie Goreng Iga Penyet, dengan tagline Dahsyat Iga Penyetnya!.
Pada bulan September 2014, Indomie meluncurkan varian baru, Kuliner Indonesia, dengan varian rasa Mi Goreng Rasa Dendeng Balado dan Rasa Soto Lamongan

Penghargaan
2001 - 2010
2010
Top Brand Award 2010 – Indomie, Outstanding Achievement in Building the Top Brand: Most Powerful Distribution Performance 2009–Indomie, The Most Powerful Distribution Performance
2009
Top Brand Award 2009 – Indomie, Outstanding Achievement in Building the Top Brand: Most Powerful Distribution Performance 2009 – Indomie, The Most Powerful Distribution Performance; The Most Powerful Distribution Performance 2009 - Indomie, The Most Powerful Brand Index; Indonesia Best Brand Award 2009 – Indomie, Platinum Brand Award, Achievement of Indonesian Best Brand Award for 7 Consecutive Years (2003-2009); Indonesian Customer Satisfaction Award 2009 – Indomie, Diamond Award, The Best in Achieving Total Customer Satisfaction for 9 Years (2001-2009); The Most Impactful Brand Activation 2009 – Indomie Jingle Dare, The Most Interactive Road Show Activation; Indonesia Best Packaging Award 2009 – Indomie Rasa Soto Betawi, First Place of The Most Environment-Friendly Packaging, The Most User-Friendly Packaging and The Safest Packaging
2008
Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); Indonesia Best Brand Award (IBBA); Superbrands; Top Brand; Indonesia Best Packaging Award (As The Most Safety Indonesia Best Packaging); Indonesia Best Packaging Award (As Best of The Best Indonesia Best Packaging); The Most Powerful Distribution Performance; The Most Effective Ad
2007
Top Brand; Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); Indonesia Best Brand Award (IBBA); Anugerah Asli Produk Indonesia (AAPI); The Most Powerful Distribution Performance
2006
Superbrands; Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); Indonesia Best Brand Award (IBBA); Indonesia Customer Loyalty Award; The Most Powerful Distribution Performance; Anugerah Asli Produk Indonesia (AAPI)
2005
Guinness World of Record – The Largest Pack of Instant Noodles; Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); Indonesia Best Brand Award (IBBA); Indonesia Customer Loyalty Award; Packaging Consumer Branding Award (Gold)
2004
Superbrands; The Best Local Brand; Food, Tobacco & Restaurant; Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); Indonesia Best Brand Award (IBBA); Top Brand for Kids
2003
Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); Indonesia Best Brand Award (IBBA)
2002
Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA)
2001
Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA); The Most Valuable Brands

Mie Sedaap
  Mempunyai varian rasa yang banyak
  Memiliki nama yang unik sehingga mampu menarik konsumen
  Memiliki iklan yang inovatif

Melihat momentum Indomie yang merupakan pelopor Mie di Indonesia dalam berinovasi, Wings Food meluncurkan Mie Sedaap yang siap menjadi saingan Indomie. Mie Sedaap dipilih masyarakat Indonesia karena Wings Food pandai membuat masyarakat penasaran dengan memilih nama MIE SEDAAP, membuat konsumen ingin mencoba apakah rasa mie tersebut benar-benar Sedap.

Kedua, Indomie yang lengah berinovasi meluncurkan varian  rasa baru membuat masyarakat jenuh dengan pilihan rasa yang sedikit. Kemunculan Mie Sedaap membuat masyarakat menemukan sesuatu yang baru dan berbeda dari Indomie.

Ketiga, Mie Sedaap juga gencar beriklan di media. Saat itu, Mie Sedaap yang sedang memasuki tahap perkenalan (introduction) menggunakan strategi peluncuran cepat rapid skimming strategy). Wings Food meluncurkan produk baru dengan harga yang hampir menyamai harga Indomie, dengan tingkat promosi yang tinggi.

Iklan pun dibuat sedemikian menarik, diluncurkan di berbagai media, seperti media cetak dan elektronik. Pilihan rasa yang diberikan pun lebih banyak, dengan kelebihan di pemberian “kriuk”, sesuai dengan lidah orang Indonesia yang gemar dengan makanan pelengkap dengan tekstur agak keras seperti kerupuk.

Mie Sedaap adalah merek mi instan populer kedua di Indonesia, diproduksi oleh Wings Food. Diluncurkan pada tahun 2003, tiga puluh satu tahun setelah Indomie. Selain di Indonesia, Mie Sedaap juga dijual di luar negeri, antara lain Malaysia dan Nigeria. Pada tahun 2008 Mie Sedaap meluncurkan kemasan baru dengan formula baru Diperkaya 7 Vitamin. Pada tahun 2009 Mie Sedaap meluncurkan rasa barunya, Rasa Kari Spesial dengan Bumbu Kari Kental dan Rasanya Nendang. Pada tahun 2011 Mie Sedaap meluncurkan rasa barunya, Rasa Ayam Spesial dengan tagline Mantap Kaldunya. Saat ini, Mie Sedaap merupakan saingan dari Indomie.

Sejarah
Mie Sedaap merupakan mie instant yang diproduksi oleh Wings Food sejak 2003. Pada awal diluncurkan, varian rasa Mie Sedaap hanya ada tiga varian, yaitu Mie Goreng dengan "kriuk-kriuk" (bawang gurih renyah), Rasa Soto dengan "koya" (serbuk gurih) dan Rasa Ayam Bawang dengan bawang goreng. Setahun kemudian, pada tahun 2004, Mie Sedaap hadir dengan Rasa Kari Ayam dengan serbuk gurih kari dan santan. Pada akhir tahun 2005, Mie Sedaap Sambal Goreng diluncurkan. Pada bulan Februari 2007, Mie Sedaap meraih penghargaan Top Brand Awards 2007. Pada awal 2006, iklan Mie Sedaap dibintangi oleh grup musik Padi. Pada pertengahan 2006, Mie Sedaap hadir dengan Rasa Kaldu Ayam. Pada bulan Februari 2007, Mie Sedaap meraih penghargaan Top Brand Awards 2007. Pada bulan Februari 2008, Kecap Sedaap diluncurkan sehingga merek Sedaap dari Wings Food ada dua, Mie Sedaap dan Kecap Sedaap. Pada bulan April 2008, Mie Sedaap menambah formula baru "Diperkaya 7 Vitamin" dan meluncurkan kemasan baru dengan formula tersebut. Pada tahun 2009, Mie Sedaap Rasa Kari Spesial diluncurkan dengan bumbu kari kental dan bawang goreng, dengan tagline "nendang karinya". Pada tahun 2011, Mie Sedaap Rasa Ayam Spesial diluncurkan dengan tagline "mantap kaldunya". Pada tahun 2013, Mie Sedaap Cup diluncurkan dengan tiga rasa, yaitu Mi Goreng, Rasa Soto dan Rasa Baso Spesial, dengan tagline "Cupdate Your Taste" dan pada bulan November 2013, Mie Sedaap Rasa Baso Spesial diluncurkan.
Mie Sedaap memiliki tekstur yang halus, kenyal dan tegas untuk gigitan juga memberikan rasa yang lezat dan nikmat. Satu-satunya mi yang memiliki sertifikat ISO 22000. Mie Sedaap diproduksi dan diproses dalam kondisi higienis di bawah pengawasan ketat dari para ahli. Mie Sedaap Mie Goreng dimasak dengan bawang goreng renyah. Mie Sedaap rasa Soto dimasak dengan bumbu lengkap, dengan rasa jeruk nipis segar. Mie Sedaap Ayam Spesial dibuat dari kaldu ayam asli. Mie Sedaap Kari Spesial dibuat dengan saus kari khusus. Ada 7 varian: Goreng (91 gr), Sambal Goreng (88 gr), Soto (75 gr), Ayam Bawang (70 gr), Kari Ayam (72 gr), Ayam Spesial (69 gr), Kari Spesial (75 gr ).

Perbandingan Indomie dengan Mie Sedap

Mie Sedaap
Terobosan iklan mie sedaap boleh diakui jempol, mampu merebut hati saya untuk mencicipi mie sedaap. Iklan yang dibuat oleh produsen mie sedap mencerminkan produk yang mereka buat. Dengan menampilkan barang seperti abon sapi untuk produk mie sedap rasa abon sapi sudah menunjukkan bahwa iklan dari mie sedap sudah mewakilkan dari produk yang mereka tawarkan. 

Indomie
Harus diakui bahwa iklan dari indomie kurang menggambarkan ciri produk yang mereka tawarkan. Kekuatan iklan Indomie justru  melekat pada jingle indomie dengan syair ,” Dari sabang sampai merauke, dari … sampai Indomie seleraku,” siapapun yang pernah melihat mendengar dan menikmati indomie pasti lekat dengan lagu iklan tersebut, bahkan sampai syair tersebut diganti untuk mendukung salah satu calon presiden RI dalam berkampanye merebut massa.

Kesimpulan
Di lihat dari kemasan, rasa, bumbu, maupun iklan dari kasus Indomie vs Mie Sedaap tersebut ke duanya dapat di simpulkan bahwa market leader bisa dikalahkan jika tidak adanya inovasi, konsep, dan strategi pesaing baru yang lebih menarik. Dan yang perlu di perhatikan di dalam persaingan yaitu harus menciptakan kreasi-kreasi baru agar bisa bertahan di dalam persaingan produk.


0 komentar:

Post a Comment

 
close