Friday, November 6, 2015

Hal yang Perlu Dipahami dalam melakukan analisis aspek lingkungan - beberapa hal yang perlu dipahami dengan baik dalam melakukan analisis aspek lingkungan

Lingkungan Bisnis

Dalam menjalankan bisnis, perusahaan menggunakan input, baik berupa bahan baku, modal, tenaga kerja yang berasal dari luar perusahaan, kemudian mentransformasikan input tersebut menjadi produk berupa barang atau jasa sebagai outpu untuk dipasarkan ke lingkungan kembali. Kondisi di luar perusahaan, baik sebagai pemasok input maupun sebagai pemasaran output, sangat memengaruhi kondisi bisnis. Namun demikian, kondisi di luar peusahaan tersebut tidak dapat dikendalikan oleh pelaku bisnis untuk mencapai tujuan perusahaan. Hal yang dapat dilakukan oleh pelaku bisnis adalah mengambil kondisi lingkungan sebagai peluang bisnis atau mengantisipasi kondisi lingkungan jika menjadi ancaman bagi bisnis tersebut.

Berdasarkan uraian tersebut maka lingkungan bisnis dapat didefinisikan sebagai semua unsur yang ada diluar perusahaan dan tidak dapat dikendalikan oleh pelaku bisnis yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan. Sedangkan Robbins (1994) mendefinisikan lingkungan sebagai segala sesuatu yang berada di luar organisasi.

Pearce dan Robinson (2007) mengelompokkan lingkungan perusahaan menjadi tiga kategori yaitu lingkungan operasional. Lingkungan industri, dan lingkungan jauh. Gambar 3.1 menunjukkan saling keterkaitan antara perusahaan dengan lingkungan operasional, lingkungan industri, dan lingkungan jauh.

Hal yang Perlu Dipahami dalam melakukan analisis aspek lingkungan
                          Gambar 3.1 Lingkungan Bisnis (Sumber: Pearce dan Robinson, 2007)

Lingkungan Operasional

Lingkungan operasional merupakan lingkungan yang memiliki kaitan langsung dengan aktivitas operasional perusahaan. Dengan kata lain lingkungan operasional merupakan lingkungan yang paling dekat dengan semua aktivitas perusahaan. Lingkungan operasional perusahaan meliputi pesaing, pemasok, pelanggan, kreditor, dan pegawai.

a.Lingkungan pesaing
Pesaing adalah perusahaan dalam industri yang sama dan menjual produk, baik berupa barang dan jas, kepada pelanggan. Pesaing sangat berpengaruh terhadap keberhasilan bisnis. Untuk dapat memenangkan persaingan dalam bisnis, perusahaan harus memiliki keunggulan bersaing. Oleh karena itu, analisis terhadap kelebihan dan kelemahan pesaing dibandingkan perusahaan  sangat penting dalam menentukan strategi bisnis. Analisis pesaing dalam lingkungan operasional dapat dilakukan dengan menggunakan matriks profil persaingan (Competitive Profile Matrix/CPM).

b.Lingkungan Pelanggan
Pelanggan adalah pembeli produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Pelanggan merupakan faktor kunsi keberhasilan bisnis. Hal ini karen pelanggan merupakan sumber pendapatan bagi perusahaan. Untuk dpat mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan, usaha-usaha mengenal karakteristik pelanggan perlu dilakukan.
Analisis pelanggan dalam lingkungan operasional dapat dilakukan dengan analisis reaktif dan proaktif. Analisis merupakan analisis masalah pelanggan setelah kejadian, misalnya berdasarkan keluhan pelanggan, sedangkan analisis proaktif dilakukan dengan memperkirakan kecenderungan dan maslah sebelum terjadi.
Segmentasi pelanggan dapat dilakukan untuk mempermudah analisis pelanggan. Analisis segmentasi pelanggan dilakukan dengan mengelompokkan pelanggan sesuai dengan karakteritiknya masing-masing, sehinggan dalam menganalisis kebutuhan dan keinginan pelanggan sebagai dasar untuk menentukan strategi untuk memuaskan pelanggan. Segmentasi pelanggan dapat dilakukan berdasarkan dasar geografis, demografis, sosiologis, dan psikologis.

c.Lingkungan pemasok
Pemasok adalah perusahaan yang menyediakan bahan baku, tenaga kerja, keuangan, dan sumber informasi kepada perusahaan lain. Pemasok memegang pemeran yang sangat penting bagi kelancaran bisnis. Oleh karena itu, gangguan pada pasokan bahan baku maupun sumber daya lainnya akan mengganggu aktivitas produksi. Pemilihan pemasok yang tepat akan dapat meningkatkan keunggulan bersaing dan, sebaliknya, kesalahan dalam memilih pemasok akan berakibat pada terganggunya proses produksi dan menimbulkan harga jual yang mahal. Analisis pemilihan pemasok dalam lingkungan operasional juga dapat dilakukan dengan profit persaingan (Competitive Profit Matrix/CPM) antar pemasok.

d.Lingkungan Kreditor
Kreditor adalah pihak yang memiliki perana yang penting dalam mendukung perusahaan di bidang keungan. Peranan ini akan semakin penting jika permodalan perusahaan sebagian besar dibiayai dengan kredit. Dalam menyalurkan kredit, kreditor akan senantiasa melakukan evaluasi. Dalam memilih kreditor, perusahaan pun garus melakukan evaluasi terlebih dahulu, terutama berkaitan dengan bunga dan persyaratan kredit lainny . evaluasi terhadap calon kreditor sangant penting agar kelancaran keuangan perusahaan dapat terjaga dengan baik. Analisis pemilihan kreditor dalam lingkungan operasional juga dapat dilakukan dengan profil persaingan (Competitive Profile Matrix/CPM) antar kreditor.

e.Lingkungan Pegawai
Pegawai merupakan aspek yang paling penting dalam sebuah organisasi dan harus mendapatkan perhatian yang lebih dibandingkan dengan sumber daya lainnya. Hal ini disebabkan pegawai adalah pelaku yang menunjang tercapainya tujuan perusahaan. Selain itu pegawai memiliki kekhasan dibandingkan sumber daya lainnya, yaitu mempunyai perasaan, pikiran, dan keinginan yang apat mempengaruhi sikap dan tanggung jawabnya terhadap pekerjaan.
Kondisi kepegawaian antardaerah berbeda-beda. Ada daerah yang kondisi kepegawaiannya memiliki daya tawar-menawar yang kuat, namun ada juga daerah yang kondisi kepegawaiannya memiliki daya twar-menawar yang lemah. Kekuatan tawar-menawar pegawai sangat tergantung pada penawaran dan permintaan pegawai serta kekuatan serikat pekerja.

Lingkungan Industri
Setiap bisnis yang didirikan, baik yang bergerk dalam bidang manufaktur maupun dalam bidang jasa, pada perusahaan besar maupun perusahaan kecil. Pada perusahaan yang melakukan pemasaran ekspor maupun perusahaan yang melakukan pemasaran domestik akan senantiasa menghadapi persaingan. Porter (1985) membagi lima kekuatan yang menentukan tingkat persaingan dalam suatu industri, yaitu masuknya pendatang baru, ancaman produk substitusi, daya tawar-menawar pembeli, daya tawar-menawar pemasok, dan persaingan di antara para pesaing yang ada. Kekuatan persaingan tersebut dapat dilihat pada Gambar 3.2

Hal yang Perlu Dipahami dalam Melakukan Analisis Aspek Lingkungan


Pendatang baru dalam pasar persaingan sempurna akan mudah untuk masuk ke pasar sehingga dalam pasar ini akan semakin ketat. Kondisi persaingan yang ketat mengharuskan penyusunan strategi harus didasarkan pada analisia masing-masing sumber. Oleh karena itu, memahami kekuatan dan kelemahan untuk merumuskan strategi merupakan hal yang penting.

Ancaman pendatang baru dipengaruhi oleh besar kecilnya hambatan masuk dalam suatu industri. Hambatan masuk tersebut adalah (1) skala ekonomi, (2) diferensi produk, (3) persyaratan permodalan, (4) keunggulan biaya, (5) akses ke saluran distribusi, dan (6) kebijakan pemerintah.

Selain adanya hambatan mauk, pendatang baru akan berpikir dua kali jika (1) Pemain lama memiliki sumber daya penting yang dapat digunakan untuk menyerang balik, seperti kelebihan modal, kapasitas produksi, serta kedekatan dengan saluran distribusi dan pelanggan, (2) Pemain lama kemungknan akan menurunkan harga untuk mempertahankan market share atau karena industri secara keseluruhan kelebihan kapasitas, dan (3) Pertumbuha industri yang lambat sebagai akibat masuknya pendatang baru atau mungkin karena penurunan kinerja keuangan kolega-kolega yang terlibat.

Sementara itu, pemasok akan kembali memiliki kekuatan jika (1) pemasok didominasi oleh sedikit perusahaan, (2) produk yang dihasilkan unik sehingga sulit untuk mencari penggantinya, (3) produk pemasok sangat penting bagi pembeli, (4) pemasok merupakan ancaman serius apabila berintegrasi ke depan ke arah industri pembeli, (5) pembeli bukan merupakan konsumen penting hagi pemasok.

Pembeli akan mempunyai kekuatan tawar, jika (I) pembeli terkonsentrasi atau membch dalam jumlah besar, (2) produk yang dibeli dari industri standar atau tidak terdiferensi, (3) produk yang dibeli dari industri memiliki porsi yang signifikan dari biaya beli sehingga jika ada kenaikan harga atau perusahaan lain menawarkan harga yang Iebih murah akan segera berpindah, (4) produk yang dibeli hanya akan mendatangkan keuntungan kecil hagi pembel (5) produk yang ditawarkan industri dipandang tidak begitu penting bagi pembeli, (6) produk yang clitawarkan industri dipandang memiliki risiko keuangan yang tinggi, (7) pembcli merniliki ancarnan yang kuat untuk berintegrasi ke belakang masuk ke industri pemasok. 

Ancaman produk pengganti akan kuat, jika (1) konsumen memiliki switching cost yang rcndah schingga mudah untuk berpindah ke produk yang lain, (2) produk pengganti memiliki harga yang murah dengan kualitas yang san4a atau lebih tinggi. 

Intensitas rivalitas antarpemain dalam industri dipengaruhi oleh struktur biaya produk, tingkat iiilcrensiasi produk, pertumbuhan industri, dan tingkat kapasitas terpasang. Semakin besar porsi biaya tetap dalam struktur biaya produksi, semakin tinggi intensitas rivalitas. Semakin homogen produk, sernakin tinggi rivalitas. Pertumbuhan industri yang menurun dan tingkat kapasitas tcrpasang yang besar akan memengaruhi intensitas rivalitas antarpelaku industri. 

Intensitas persaingan antarperusahaan dalam industri tergantung pada (1) jumlah pesaing hanyak dengan kekuatan berimbang, (2) pertumbuhan industri larnbat, (3) produk atau jasa yang dihasilkan kurang terdiferensiasi atau memiliki switching cost yang rendah, (4) produk memiliki biaya tetap tinggi dan tidak tahan lama. (5) penambahan kapasitas dalam jumlah besar akan mengganesgu keseimbangan permintaan dan penawaran dalam industri, (6) rintangan keluar yang tinggi. dan (7) pesaing memiliki perbedaan dalam strategi, asal, dan keprihadian. 

Lingkungan Jauh 
Lingkungan jauh mencakup faktor-faktor yang bersumber dari luar operasional perusahaan. Antilisis lingkungan jauh digunakan perusahaan untuk menyerang maupun bertahan terhadap faktor-faktor lingkungan jauh tersebut dengan merumuskan strategi yang mernanfaatkan peluang atau meminimalkan ancaman. Perubahan dalam lingkungan jauh dapat mempengaruhi perubahan alam permintaan konsumen untuk produk industri serta jasa konsumen. 

a.Lingkungan ekononi
Faktor kondisi ekonomi sangat menentukan keherhasilan hisnis pada perekonomian suatu wilayah yang sedang turnbuh sehingga daya beli masyarakat akan meningkat. Kondisi ekonorni suatu wilajlah yang haik sangat memungkinkan perusahaan mencapai tingkat pengembalian yang telah diprediksi. Sebaliknya, dalam kondisi ekonomi suatu witayah yang tidak baik, perusahaan akan mengalami kesulitan untuk mencapai tingkat pengembalian yang diharapkan. 

Variabel-variabel ekonorni yang dapat memengaruhi keber,hasilan bisnis di antaranya adalab ketersediaan kredit secara umum, tingkat penghaOan yang dapat dibelanjakan, serta keeenderungan belanja masyarakat, suku bunga prin;ertflaju inflasi, tingkat pasar uang, defisit anggaran pemerintah, produk domestik bruto, pola konsumsi, pengangguran, tingkat produktivitas pekerja, nilai dolar di pasar dunia, kecenderungan pasar saham. kondisi ekonomi luar negeri, faktor ekspor/impor, pergeseran permintaan barang dan jasa. perbedaan pendapatan antarnegara, fluktuasi harga, kebijakan fiskal, kebijakan moneter, serta kebijakan organisasi-oi-ganisasi dunia seperti Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE). G20, OPEC, WTO, APEC.

Kegiatan hisnis akan dapat mendorong tumbuhnya usaha lain di sekitar bisnis yang akan dijalankan, namun sering kali kehadiran bisnis justru mematikan bisnis yang teIuh ada di masyarakat sekitar. Dengan tumbuhnya bisnis lain di sekitar lokasi maka pendapatan masyarakat akan meningkatkan. Sebaliknya, jika kehadiran bisnis mematikan bisnis yang telah ada maka pendapatan masyarakat sekitar dapat herkurang. 

Pada analisis lingkungan ekonomi dilakukan analisis dampak bisnis terhadap pendapatan masyarakat atau kesejahteraan masyarakat setempat. Indikator yanu digunakan dalam pengukuran lingkungan ekonorni adalah income per capita, penyerapan tenaga kcrja. peningkatan upah rata-rata, serta besarnya dampak negatif bisnis hagi perekonomian di wi layah tersebut. 

Contoh:
Dibangunnya jemhatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Madura te.rnyala memberikan dampak bagi peningkatan ekonomi di Madura. Dengan adanya jernhatan tersebut banyak industri yang merelokasi usahanya ke Madura. Namun di sisi lain. pcndapatan jasa penyeberangan Surabaya-Madura berkurang karena banyak orang menyeberang menggunakan jernbatan. Melihat kondisi ini, di satu sisi pembangunan jembatan tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan menyerap tenaga kerjadi  wilayah Madura, namun di sisi lain menyebabkan pengurangan tenaga kerja dan pendapatan pada jasa penyeberangan. 

b.Lingkungan sosial dan budaya 
Faktor sosial dan budaya berdampak besar pada semua produk, jasa, pasar, dan pelanggan. Faktor sosial yang memengaruhi suatu perusahaan adalah kepercayaan, nilai. sikap. opini. dan gaya hidup orang-orang di lingkungan eksternal perusahaan, yang berkembang dari pengaruh hudaya, ekologi, demografi, agama, pendidikan, dan etnik. 

Selain itu aktivitas bisnis akan menimbulkan heberapa aktivitas baru yang, dapat menimbulkan dampak bagi kehidupan sosial masyarakat setempat. Sebagai contoh timbulkeramaian baru dari para pekerja, lalu lintas menjadi semakin ramai, jalur komunikasi semakin padat, terjadi penambahan atau bahkan kerusakan infrastruktur yang telah ada seperti jalan, penerangan listrik, air dan lainnya, serta dampak terhadap pendidikan masyarakat setempat. Lingkungan sosial menganalisis dampak keberadaan bisnis terhadap kehidupan sosial masyarakat setempat sebagai akibat adanya bisnis. 

Jenis bisnis yang akan dijalankan harus sesuai dengan budaya dan norma-norma yang dianut oleh masyarakat setempat. Jika bisnis yang akan dijalankan tidak sesuai dengan budaya dan norma masyarakat setempat maka konflik di masyarakat akan muncul sehingga dapat mengganggu bahkan dapat menyebabkan kegagalan bisnis. Selain itu keheradaan bisnis dapat menyebabkan pergeseran budaya. Hal ini karena adanya budaya yang herbeda dari para pendatang dengan budaya di tokasi bisnis. Jika budaya yang dibawa oleh pendatang dinilai sesuai dengan budaya dan norma masyarakat setempat maka budaya tersebut akan diterima. Sebaliknya, jika budaya pendatang dinilai tidak sesuai dengan budaya dan norma masyarakat maka penolakan budaya akan terjadi atau sebaliknya budaya daerah akan mengikuti budaya pendatang. Aspek subbudaya menganalisis kesesuaian hudaya setempat dengan ide bisnis dan dampak keberadaan bisnis terhadap budaya masyarakat dan kchiasaan adat-istiadat setempat.

Contoh: 
•Adanya kompleks industri pengolahan kayu temyata menarik tenaga kerja dari luar wilayah sehingga menimbulkan adanya keramaian baru sebagai akibat bermukimnya tenaga kerja yang berasal dari daerah lain. Jika kondisi ini tidak diantisipasi dengan baik maka masalah sosial baru dapat muncul di daerah tersebut. 
•Masyarakat suatu daerah yang sangat rekigius pada umumnya taat menjalankan ibadah agamanya. Mereka juga sering mengaktualisasi diri ke dalam kegiatan budaya yang bernuansa keagamaan seperti tahlilan, rajaban, mauludan, dan sebagainya. Jika bisnis yang akan dijalankan tidak sesttai dengan norma-nonna agama maka gesekan dalam masyarakat pun akan terjadi.

c.Lingkungan politik
Kondisi politik suatu negara/daerah menentukan keberhasilan sebuah bisnis. Suatu negara/daerah yang kondisi politiknya tidak stabil, memiliki risiko yang tinggi untuk melakukan bisnis, demikian pula sebaliknya. Oleh'karena itu, analisis tentang kondisi polilik suatu negaraidaerah pada saat bisnis akan dijalankan dan proyeksi kondisi politik pada masa yang akan datang dipertkan. Dalam tnerumuskan strategi perusahaan, pelaku bisnis harus menyesuaikan clengan arah dan stahilitas faktor-faktor politik suatu daerah. Faktor politik berkaitan dengan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan pemerintah, seperti peraturan tentang perdagangan yang adil, undang-undang cintin.ust, program perpajakan, ketentuan upah minimum, kebijakan tentang polusi dan penetapan harga, peraturan perlindungan bagi pekerja, konsumen masyarakat umum, dan lingkungan. Di satu sisi, peraturan dan undang-undang bersifat membatasi sehingga cenderung mengurangi potensi laba perusahaan. Namtin, di sisi lain peraturan dan undang-undang dirancang untuk melindungi dan memberi manfaat bagi perusahaan, seperti undang-undang paten, subsidi pemerintah, dan hibah dana risct produk. 

Contoh:
Suatu negara/daerah yang sering tetjadi demonstrasi terhadap pemerintahan yang sedang beijalan menunjukkan adanya gejolak politik. Hal ini dapat digunakan sebagai indikator bahwa negara/daerah tersebut memiliki risiko bisnis yang tinggi untuk menjalankan sebualt ide bisnis. Suhu politik menjelang pemilu biasanya akan meningkat sehingga para pengusaha biasanya menunggu kondisi dan hasil pemilu. Jika pemilu berjalan aman dan kondisi politik diprediksikan stahil maka pengusaha menanamkan investasinya. 

d.Lingkungan teknologi 
Penemuan teknologi baru dalam bidang bisnis sering kali mempunyai pengaruh yang dramatis terhadap perusahaan. Analisis terhadap perubahan teknologi sangat penting untuk mengantisipasi peluang dan ancaman bisnis kondisi yang akan datang. 

Contoh: 
Munculnya teknologi internet berdampak pada berbagai peluang dan ancaman bisnis. Imernet mampu mempercepat penyampaian informasi sehingga dapat memotong jalur distribusi dan mampu menghapus batas pasar secara geografis. Namun, ada beberapa bisnis yang tergeser oleh keberadaan internet, seperti jasa pos dan jasa kurir. 

e.Lingkungan ekologi 
Tidak dapat dipungkiri bahwa kcberadaan bisnis akan berdampak pada lingkungan ekologi. yaitu hubungan antara manusia dan makhluk hidup lainnya dengan udara, tanah, dan air. yang mendukung kehidupan mereka sehagai akibat adanya kegiatan produksi. Kegiatan produksi akan menghasilkan limbah, baik limbah padat, cair, maupun udara. Limbah ini harus ditangani dengan baik agar tidak mcnimbulkan masalah lingkungan. Beberapa bisnis harus menghentikan usahanya karena dinilai merusak lingkungan sehingga mernbaltayakan masyarakat setempat. Padahal, pelaku bisnis tersebut telah mengeluarkan investasi yang besar. Hal tersebut tidak akan terjadi jika analisis secara mendalam pada aspck lingkungan dilakukan, khususnya pada subaspek lingkungan ekologi. Subaspek lingkungan ekologi menganahsis dampak bisnis terhadap lingkungan ekologi, sepeni polusi udara, tanah, dan udara serta kemampuan pelaku usaha untuk meminimalkan dampak tersebut. 

Contoh: 
Bisnis pembuatan tahu ternyata menghasilkan limbah cair yang sangat bau yang dapat meneemari aliran sungai, limbah padat berupa ampas kedelai, dan menghasilkan asappengolahan yang dapat menyebabkan polusi udara. Untuk mengantisipasi hal tersebut pelaku bisnis harus dapat menentukan solusi bagi masalah tersebut agar tidak terjadi gesekan dengan penduduk setempat setelah bisnis tersebut beroperasi. 

f.Lingkungan global 
Era globalisasi ditandai dengan batas-batas ekonomi antamegara yang semakin tidak jelas, arus informasi dan komunikasi sangat cepat sehingga dunia menjadi transparan, transformasi budaya, ekonomi, dan pendidikan antamegara tidak dapat dicegah sehingga perubahan perekonomian pada suatu negara akan berdampak pada perekonomian di negara lain. Semakin terbukanya perekonomian suatu negara, semakin penting peranan analisis lingkungan global.

Contoh: 
Adanya krisis global ternyata berakibat menurunnya daya beli masyarakat di negara-negara tujuan ekspor. Hal ini berakibat pada menurunnya permintaan akan produk-produk ekspor, seperti tekstil, mebel, dan produk kerajinan lainnya. 

Analisis terhadap lingkungan industri dan lingkungan jauh dapat digabungkan sekaligus dengan menggunakan analisis Kekuatan. Kelernahan, Peluang, dan Ancaman (Strength, Weaknesses, Oppornmies and Treaths/SW0T). 


0 komentar:

Post a Comment

 
close